Nama : Inosensius Sutadin
Npm : 170404010149
Fak./ Prodi : Manajemen
Universitas kanjuruhan Malang
A.PERAN ENTERPRENEUR MUDA BAGI PEREKONOMIAN INDONESIA
1. Latar Belakang
Pembangunan perekonomian di indonesia membutuhkan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM). Pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas bertujuan untuk meningkatkan produktivitasnya agar peran SDM dalam proses pembangunan lebih maksimal. Namun, kelebihan kuantitas SDM di Indonesia mendorong pemerintahtidak hanya mengarahkan penduduk menjadi tenaga kerja atau karyawan, tetapijuga menjadi penyedia lapangan pekerjaan. Penumbuhan minat kewirausahaanmenjadi penting dalam pembangunan ekonomi mengingat kondisi kontras antarademand dan supply tenaga kerja. Penawaran tenaga kerja sangat tinggi sedangkanpermintaannya relatif rendah. Sementara itu, jurnlah penyedia lapangan pekerjaan(entrepreneur) di Indonesia masih sedikit. Melalui jiwa kewirausahaan, unit-unitusaha baru perlu dibangun agar mampu menampung kelebihan tenaga kerja.
Salah satu ekonom pengagas teori pertumbuhan ekonomi menyatakan entrepreneur mempunyai andil besar dalam pembangunan ekonomi melalui penciptaan inovasi, lapangan kerja, dan kesejahteraan. Dunia usaha yang dibangun entrepreneur akan mendorong perkembangan sektor -sektor produktif.Semakin banyak suatu negara memiliki entrepreneur, maka pertumbuhan ekonomi negara tersebut akan semakin tinggi. Ada lima kombinasi baru yang dibentuk olehentrepreneur, antara lain :
(1). memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru
(2). memperkenalkan metode produksi baru
(3). membuka pasar baru (newmarket)
(4). memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru
(5). menjalankan organisasi baru dalam industri.
Menjelaskan pula korelasi antara inovasi entrepreneur dengan kombinasi sumberdaya. Kegiatan produktif inilah yang akan meningkatkan output pembangunan sehingga negara akan berlomba-lomba untuk menciptakan entrepreneur baru sebagai akselerator pembangunan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme transmisi peran entrepreneur terhadap pertumbuhan ekonomi. Untuk mendukung transmisi ini,maka diperlukan perciptaan entrepreneur baru. Penelitian ini juga berusaha menemukan cara tepat dalam memperbanyak entrepreneur melalui model penciptaan entrepreneur.
2. PEMBAHASAN
Definisi entrepreneur (Pengusaha) adalah orang yang berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan untuk maju. Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. Peluang akan dengan mudah dimanfaatkan seorang entrepreneur untuk membuat usaha baru dengan potensi profit yang besar. Tidak hanya peluang dalam kondisi positif (baik), tetapi juga dalam kondisi buruk. Entrepreneur dapat dengan mudah menganalisa permintaan barang atau jasa yang dibutuhkan masyarakat, bahkan dalam kondisi buruk seperti bencana dan kelangkaan. Jenis usaha yang digeluti entrepreneur dapat merupakan penciptaan usaha baru maupun membeli usaha yang telah lama berdiri.Global Entrepreneurship Monitor (GEM) merupakan sebuah penelitian yang
dirintis oleh kemitraan antara London Business School dan Babson College,bertugas melakukan penelitian mengenai aktivitas entrepreneurship di berbagai negara sejak tahun 1999. Awalnya hanya ada 10 negara yang diteliti, kemudian tahun 2011 telah bertambah menjadi 54 negara. Program penelitian GEM memiliki tiga tujuan utama, yaitu :
mengukur perbedaan tingkat aktivitas entrepreneurshipdi antara negara-negara sampel
mengungkap secara tepat faktor yang menyebabkan tingkat perbedaan tingkat entrepreneurship
memberi saran kebijakan yang dapat meningkatkan tingkat aktivitas entrepreneurship nasional.
Banyak hal yang dapat memotivasi entrepreneur dalam memulai usaha baru.GEM menjelaskan ada dua motivasi seseorang menjadi entrepreneur, yaitu atas dasar opportunity (peluang) dan necessity (keterpaksaan). Motivasi seseorang untuk memulai usaha dengan memanfaatkan peluang sehingga menghasilkan pendapatan dan keuntungan di masa mendatang disebut opportunity entrepreneurship.Sedangkan necessity entrepreneurship merupakan motivasi memulai usaha karena faktor keterpaksaan dan tidak ada pilihan lain selain,mendirikan usaha untuk mencukupi kebutuhan hidup.
Mekanisme Peran Entrepreneur Ke Pertumbuhan Ekonomi
Entrepreneurship memiliki peran vital dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Munculnya unit-unit usaha kecil hingga usaha besar diawali melalui jiwa kewirausahaan masyarakat. Pembangunan usaha baru melalui kegiatan produktif secara perlahan merangsang pertumbuhan output dan memperluas transaksi barang dan jasa dalam suatu wilayah. Dengan kata lain, entrepreneurship merupakan motor penggerak roda perekonomian.
Proses pembangunan ekonomi terdiri dari 3 tahap, yaitu :
factor-driven stage,
efficiency-driven stage
innovation-driven stage
Factor-driven stage merupakan tahapan paling dasar dalam pembangunan ekonomi. Umumnya tahap ini ditunjukkan dengan PDB per kapita rendah.Tahap ini masih terfokus pada alokasi sumberdaya untuk mencapai tahap efisien.
Dalam kajian ekonomi makro, masalah utama pembangunan ekonomi di Indonesia yang belum terselesaikan adalah tingginya angka pengangguran dan rendahnya pertumbuhan ekonomi. Entrepreneurship dapat menjadi salah satu solusi masalah pembangunan ekonomi. Meningkatnya jumlah usaha yang dikembangkan oleh entrepreneur berarti meningkatkan permintaan akan tenaga kerja. Secara tidak langsung, entrepreneur mampu menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran. Profit maupun defisit perusahaan juga mempengaruhi keputusan entrepreneur dalam menetapkan jumlah tenaga kerja yang digunakan. Oleh karena itu, agar penyerapan tenaga kerja tetap stabil, entrepreneur harus menggunakan manajemen yang baik dalam mengelola usaha. Hal ini dimaksudkan supaya tidak menambah PHK karyawan dan menambah jumlah pengangguran.
Peran entrepreneur di negara berkembang seperti Indonesia banyak
membawa dampak positif Peran entrepreneurship berupa kontribusi dalam
transformasi masyarakat dengan pendapatan rendah ke pendapatan yang lebih tinggi
dan dari masyarakat berbasis sektor primer ke dalam masyarakat berbasis sektor jasa
dan teknologi. Terdapat tiga (3) dampak positif entrepreneur dalam menyelesaikan masalah-masalah di negara berkembang Yaitu :
Entrepreneur membuka jenis usaha baru dalam perekonomian. Usaha-usaha yang dikembangkan menambah heterogenitas usaha di Indonesia. Masyarakat menjadi kreatif dalam mengembangkan jenis usaha.
Menyediakan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja. Ketika entrepreneur membuka usaha, berarti membuka langkah untuk mengurangi proporsi pengangguran dan pelamar kerja.
Meningkatkan output perkapita nasional. Peningkatan produktivitas akibat munculnya usaha-usaha baru akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan pendapatan masyarakat,
Rata-rata entrepreneur di Indonesia merupakan kelompok necessity entrepreneur. Yang mendasari minat kelompok ini untuk membangun usaha adalah faktor dorongan ekonomi keluarga. Kondisi ekonomi keluarga yang belum stabil mengakibatkan usaha kelompok ini hanya bersifat individu dan kurang menyerap tenaga kerja. Kelompok necessity entrepreneur cenderung asal-asalan dalam manajemen usahanya. Pemenuhan kebutuhan hidup rumah tangga sehari-hari masih menjadi motivasi terpenting keIompok ini. Sebenarnya sebagian necessity entrepreneur memiliki skill yang cukup dalam membangun usaha, tetapi masalah utama terletak pada permodalan. Oleh karena itu perlunya Pendidikan entrepreneurship yang dilakukan meIaIui pemberian materi maupun peIatihan. Materi entrepreneurship sudah banyak diberikan terutama pada mahasiswa di perguruan tinggi.
Ada empat tujuan dalam pendidikan entrepreneurship, yaitu :
pendidikan motivasional
pendidikan pengetahuan
pendidikan keahlian
pengembangan kemampuan.
Tujuan tersebut dapat dimasukkan dalam kurikulum pembelajaran. Pada dasamya entrepreneur adalah kelompok yang pandai memanfaatkan peluang dan berani mengambil resiko dalam proses pembagunan perekonomian yang sangat luas.
Dalam menciptakan entrepreneur, pemerintah dapat mengkombinasikan
antara pendidikan dan pelatihan entrepreneurship. Pendidikan berfungsi
memberikan bekal materi entrepreneurship sedangkan training dimaksudkan untuk:
mengasah softskill calon entrepreneur. Melalui dua hal tersebut diharapkan calon
entrepreneur termotivasi untuk membuka usaha baru, berani mengambil resiko, dan
tidak takut gagal. Pemerintah berperan sebagai mediasi masalah permodalan.
Kegiatan-kegiatan pemerintah fokus untuk meningkatkan jumlah entrepreneur
melalui pinjaman modal umumnya disebut inkubator bisnis. Bantuan dana tersebut
digunakan sebagai modal awal mendirikan usaha. Calon entrepreneur yang berani
mengambil resiko tidak akan takut gagal, karena seorang pengusaha besar pun harus
mengalami beberapa kegagalan untuk mencapai sukses.
TERIMA KASIH
Komentar
Posting Komentar